autosurf
Showing posts with label Wisata Anak. Show all posts
Showing posts with label Wisata Anak. Show all posts

Monday, 9 January 2017

Museum Manusia Purba di Jembrana


Daya tarik yang dimiliki pariwisata Pulau Bali tidak hanya terletak pada keindahan alamnya saja seperti halnya wisata alam Pantai, Sawah, Pegunungan, Lembah, Sungai, Gunung maupun Air Terjun. Selain itu juga mencakup banyak hal, mulai dari budaya, tradisi, religi serta aspek seni bisa menjadi agenda wisata menarik, sehingga kesan berlibur di Bali tidak akan membosankan.

Tempat yang pas untuk anda kunjungi selain wisata alam ialah Museum Manusia Purba, yang mana obyek wisata ini bisa memberikan tawaran unik untuk bisa mengenal lebih dekat peninggalan-peninggalan kuno dari jaman pra-sejarah. Selain itu juga ada  kerangka manusia, dan intinya jika berwisata disini bisa refreshing sekaligus menambah ilmu pengetahuan.

Museum ini sangat cocok untuk tujuan wisata edukasi apalagi bersama anak-anak, selain itu juga dimanfaatkan oleh para peneliti untuk menggali informasi keidupan masa lampau. Didalamnya menyimpan berbagai koleksi benda-benda purbakala dari jaman pra-sejarah akhir yang diperkirakan pada jaman perundagian yakni di tahun 600 SM sampai dengan 800 Masehi.

Barang-barang koleksinya diantanya adalah periuk, perhiasan batu, tempayan, perunggu, kendi, mangkuk, tajak, sarkofagus ( peti mati ) dan berbagai bekal kubur. Menurut penelitan  dari Prof DR T Jacub dan Prof DR R Soejono ( hasil penelitian dari tahun 1963 ), fosil manusia purba tersebut berasal dari ras Mongoloid.

Bangunan Museum Manusia Purba ini dibangun 3 lantai yang mana berdiri kokoh di atas tanah seluas 5 hektar serta diresmikan oleh gubernur Bali ( Ida Bagus Oka ) pada tahun 1993. Museum ini memiliki koleksi sebanyak 137 buah kerangka manusia dan 73 koleksi lainnya berupa peralatan dan pernak-pernik.

Detail dari ke-3 lantai tersebut ialah sebagai berikut, di lantai pertama gedung tersimpan rapi kerangka manusia ( fosil ) termasuk juga perti matinya ( sarkofagus ) yang berumur ribuan tahun. Pada lantai dua adalah ruangan untuk menyimpan dan memajang peralatan-peralatan atau tajak dari perunggu ( alat pertanian dan berburu ) dan gerabah ( bekal kubur ).

Ruangan di lantai tiga merupakan tempat untuk menyimpan sejumlah perlengkapan dapur seperti piring, kerang, aksesoris berupa anting dan manik. Dan khus untuk penemuan kerang, Ari Susila menjelaskan bahwa pada jaman perundagian tersebut manusia sudah memakan kerang untuk makanan sehari-hari mereka.

Jam operasional Museum Manusia Purba dibuka mulai pukul 08.00-16.00 WITA, untuk wekkend atau hari sabtu dan Minggu tutup. Untuk memasukinya tidak dipungut biiaya berupa tiket masuk, namun  hanya berupa donasi seiklasnya dari pengunjung.

Alamat :

Jl. Rajawali, Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Indonesia.

Obyek wisata terdekat yang bisa anda jadikan agenda liburan selanjutnya bisa dicari informasi lengkapnya dibawah ini. Selamat liburan !!!

Pantai Candi Kusuma – Penona Alam Yang Alami



Saturday, 31 December 2016

Museum Neka Ubud – Mengoleksi Seni Lukisan


Hay Travelers, anda sedang mengeksplor pariwisata di Pulau Baliyang beraneka ragam ini ? Jika anda ingin liburan di Bali yang tentunya ingin merasakan sensasi liburan yang seru, obyek wisata di Kabupaten Gianyar patut untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Museum Neka yang beralamatkan di Jalan Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud.

Museum Neka dibuka untuk umum pada tahun 1982, pengambilan nama museum ini berasal dari nama seorang guru yang gemar mengkoleksi lukisan yakni Suteja Neka. Bangunan museum ini berarsitekturkan khas Bali dengan standar museum International. Selain itu bangunan museum Neka juga sangat terawat yang mana cara menampilkan koleksi lukis cukup terorganisir.

Hal tersebut tentunya bisa memudahkan para wisatawan untuk mengerti, mencermati dan menikmati seni lukis. Di tiap tahunnya koleksi seni lukisan terus bertambah banyak, tercatat saat ini ada sekurang lebihnya sekitar 300 lukisan hasil kreasi dari seniman pelukis nusantara maupun mancanegara.

Museum Neka menyimpan koleksi seni lukisan dari maestro ternama yang diantaranya adalah :

  • Seni lukisan hasil karya dari Affandi ( Cirebon, Jawa Barat )


Beliau merupakan orang yang terkenal sebagai maestro pelukis legendaris Indonesia. Kesohorannya tidak hanya dikenal di Nusantara saja bahkan di dunia. Gaya lukisan ekspresionisnya sanggup membuat peminatnya kagum. Seni lukisannya yang ada disini ialah lukisan Tari Barong & Rangda di tahun 1973 berukuran l 100 x 185 cm, lukisan Perahu Nelayan di tahun 1975 berukuran 103 x 129 cm.

  • Seni lukisan hasil karya dari Bagong Kussudiardjo ( Yogyakarta )


Beliau merupakan seorang pelukis dan koreografer ternama Indonesia, yang mendapatkan gelar begawan seni Indonesia. Hasil lukisannya selalu dari ide dan kreatifnya sendiri, salah satu lukisannya berjudul Penari ( lukisan Penari ) yang dibuat pada tahun 1990 dengan ukuran 143 x 295 cm.

Selain mengoleksi berbagai seni lukisan yang ekspetakuler, Museum Neka juga menampilkan sejumlah koleksi keris dan patung. Keris ditempat ini berasal dari berbagai pelosok nusantara, beberapa diantaranya berasal dari jaman kerajaan di Bali sebagai warisan bersejarah dan bertuah dari Puri.

Seperti halnya keris dari Puri Karangasem berupa “keris Ki Baju Rantai”, dari pesisir Utara Pulau Bali yaitu Puri Kanginan Singaraja berupa “keris Ki Gajah Petak”, dan keris-keris kuno lainnya yang dibuat oleh para empu mempuni. Khusus untuk koleksi keris ini, selalu dilakukan ritual-ritual tertentu disaat Hari Raya Tumpek Landep.

Museum Neka atau bernama lain Neka Art Museum beralamatkan di Jalan Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi bali, Indonesia.

Untuk tiket masuknya setiap wisatawan wajib membayar Rp 50.000 untuk satu orang dewasa, terkhusus bagi anak-anak di bawah 12 tahun digratiskan ( free ). Museum Neka buka setiap hari mulai pukul 09:00 – 17:00 WITA, hari Minggu dari pukul 13:00 – 17:00 WITA, sementara Hari libur national obyek wisata ini tutup.


Yuk eksplor lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini, yang pastinya tak kalah hits dan seru hlo :

Museum Puri Lukisan Gianyar – Ngetrip Seni Lukisan Yang Menawan



Wisata Kokokan Petulu – Kawanan Burung Bangau di Bali


Keindahan dan keunikan pariwisata di Pulau Bali memang menarik untuk dikunjungi, tak hayal daerah ini selalu ramai didatangi wisatawan dari berbagai pelosok nusantara bahkan mancanegara. Bagaimana anda saat ini mencari obyek wisata yang jarang atau malah belum pernaha anda duga dan anda kira ?

Di halaman ini akan membahas tentang pariwisata di Bali yang seru, sebut saja dengan wisata Kokokan Petulu. Sebagain besar pembaca pasti bertanya-tanya dengan obyek wisata yang akan dibahas kali ini. Oke langsung saja ya Guys, saat anda memasuki Desa Petulu di Kecamatan Gianyar pertama-tama akan disambut dengan sebuah plang diatas jalan yang bertuliskan “Anda tiba di objek wisata kokokan”.

Mengapa disebut kokokan ? Sebab desa ini adalah tempat satu-satunya habitat tetap burung bangau ( ibis ) atau kokokan di dalam bahasa asli Bali. Kawanan burung bangau tersebut membangun koloni yang besar, mulai dari bersarang di pohon-pohon, bertelur, menetas sampai akhirnya tumbuh menjadi dewasa.

Meskipun jumlahnya sangat banyak, keunikkan dikawasan Desa Petulu ialah tidak ada seorangpun yang berani mengganggu habitatnya, hewan ini seolah-olah sudah sagat akrab dengan lingkungan sekitarnya, baik disaat mencari makan di sawah, di pekarangan rumah maupun di tempat-tempat lainnya.

Awal sejarah dengan perkembangan burung kokokan di desa ini di mulai pada tahun 1965, menurut informasi yang didapatkan dari warga setempat bahwa burung kokokan yang bersarang hanya ada sekitar 5 ekor saja. Setelah berselang beberapa bulan, populasi mereka bertambah serta migrasi mereka ke Desa Petulu semakin banyak.

Karenanya tak sedikit warga tertarik untuk memelihara bahkan ada pula yang ingin memotongnya untuk dijadikan konsumsi. Nah, setiap orang yang menangkapnya atau mengambilnya mereka selalu datang kembali untuk mengembalikannya. Dari orang yang menangkapnya berterus terang tidak kuat didatangai makhluk menyeramkan baik dalam mimpi maupun didunia nyata.

Kejadian ini setidaknya pernah dialami sekitar 50 orang yang melakukan aktivitas tersebut, banyak warga yang penasaran dan dilakukanlah pendekatan secara spiritual. Setelah itu baru diketahui bahwa kokoan ini adalah pengawal ( rencang ) Dewa Ida Bhatara di Pura setempat. Yang tak lain  ialah penjaga desa dari gangguan hama persawahan penduduk baik secara nyata maupun gaib.

Setiap hari aktifitas burung tersebut keluar masuk desa, namun jika sore hari kawanan burung kokokan akan berkumpul kembali ke Desa Petulu. Saya sarankan jika pembaca ingin berkunjung kesini alangkah baiknya pada waktu sore hari agar bisa melihat lebih maksimal kawanan kokoan yang kembali ke sarangnya.

Keberhasilan Desa Petulu dalam melestarikan habitat kawanan bangau ( kokokan ) alhasil mendapatkan penghargaan piala Kalpataru dari pemerintah Bali. Jika ingin menyaksikan populasi kokoan dengan populasi yang sangat mengagumkan banyaknya yakni pada bulan Oktober - Maret, sangat disarankan gunakan kerudung / topi saat memasuki lokasi.

Tahukah anda ? Karena banyak kemungkinan  kotoran burung bangau akan jatuh di kepala kita, populasi burung ini sebuah pemandangan langka yang sangat jarang anda saksikan  di tempat lainnya di Bali.

Wisata Kokokan (  habitat liar burung Bangau ) terletak di Banjar Petulu Gunung, Desa Petulu, Ubud, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi bali, Indonesia.

Selamat berlibur !!!


Yuk eksplor lagi obyek wisata Kabupaten Gianyar & dibawah ini mungkin bisa menjadi agenda tempat liburan anda berikutnya :

Desa Mas Gianyar ( Mas Village ) – Desa Wisata Bali Penghasil Patung



Wednesday, 28 December 2016

Desa Batu Bulan Gianyar ( Batu Bulan Village ) – Wisata Bali Seru


Pulau Bali menjadi tujuan utama wisata terutama di Kabupaten Gianyar yang memiliki data tarik seni unik dan menarik untuk dieksplor. Bagi para travelers yang meyukai tentang kesenian, maka berwisata ke Desa Batu Bulan bisa menjadi pilihan liburan yang tepat. Desa ini adalah pusatnya kesenian patung dan ukiran berbahan dasar batu.

Sesuai dengan namanya dengan kata “Batu Bulan”, desa ini banyak terdapat art shop yang memajang dan menjual beraneka ragam kesenian patung batu. Keseniannya sugguh memukau hlo Guys, mulai dari Patung Budha, Ganesha, para dewa dan dewi, para pahlawan, hingga ada juga berbagai kesenian patung yang berkategori modern.

Luas kawasan Desa Batu Bulan sekitar 6.422 km2 bisa dikatakan desa yang unik di Bali, yang menjadi alasannya tak lain adalah hampir kesemua dari penduduknya memiliki keahlian membuat patung dan ukiran. Kemampuan ini merupakan wariskan turun temurun dari nenek moyang merekan dan masih lestari serta bertambah maju hingga sekarang.

Oh iya, karena  Desa Batu Bulan adalah sebuah wilayah administratif, maka desa ini terbagi menjadi tiga desa adat, diantaranya ialah Desa Adat Tegaltamu, Desa Adat Jero Kuta, dan Desa Adat Dlod Tukat. Masing-masing dari desa adat tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa banjar atau lebih mudah pemahamannya yakni satuan adat yang berfungsi untuk mengelola pertanian.

Selain memiliki keahlian dibidang pertanian, banjar yang disebutkan tersebut juga mempunyai kelebihan tentang menyajikan seni pertunjukan yang sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung, yakni Banjar Denjalan ( Desa Adat Jero Kuta ) dan Banjar Tegehe ( Desa Adat Dlod Tukat ) dengan mempertunjukkan Tari Kecak, Tari Barong, maupun Tari Legong.

Dari banyaknya wisatawan yang pernah berkunjung, sebagian besar dari mereka mengasosiasikan Desa Batu Bulan sebagai daerah yang memproduksi benda-benda seni patung berbahan baku batu. Pernyataan ini ternyata salah besar hlo, karena selain membuat patung dari batu masyarakat Desa Batu Bulan juga membuat ukir-ukiran dari kayu, kerajinan-kerajinan dari bambu serta seni batik.

Hasil kerajinannya tak hanya dijual di tempat saja, melainkan masyarakat Desa Batu Bulan mengekspor barang buatannya hingga ke mancanegara sebagai hiasan pelengkap taman, kantor, maupun hotel. Sementara tempat untuk menyelenggarakan pertunjukan kesenian untuk disajikan wisatawan berada di Banjar Dejalan, Pura Puseh, Jalan Tahak SMKI ( Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ), dan di Banjar Tagehe.

Jadwal penyelenggaraan bisa diadakan setiap hari  dan jelasnya adalah sebagai berikut :
Tari Barong mulai pukul O9.30 WITA.
Tari Kecak mulai pukul 18.30 WITA.
Tari Legong  mulai pukul 09.30 WITA.

Pembaca juga bisa melihat proses belajar kesemua kesenian yang berada di desa ini, yakni di sekolah kejuruan di bidang kesenian, misalnya Sekolah Menengah Seni Rupa ( SMSR ), Sekolah Menengah Industri Kerajinan ( SMIK ), serta Sekolah Menengah Karawitan Indonesia ( SMKI ). Untuk memasuki desa wisata ini pengunjung tidak dipungut biaya sedkitpun. Tiket akan berlaku jikalau pengunjung melihat pertunjukan kesenian, seperti Tari Kecak, Tari Barong atau  Tari Kecak.

Desa wisata nan eksotis unik, menarik dan sangat sayang untuk di lewatkan ini berada di Desa Batu Bulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali, Indonesia.

Selamat liburan !!!


Yuk lihat juga obyek wisata lainnya di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak



Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak


Sudahkan anda merencanakan liburan di Bali ? Mengeksplor pariwisata di Kabupaten Gianyar memang seru dan mengasyikkan ya Sob. Apalagi piknik sambil menambah wawasanyang ditawarkan tentunya akan memberi kesan yang sukar dilupakan. Desa Celuk adalah desa wisata yang menawarkan keindahan berupa kerajinan tangan yang ddihasilkannya.

Meskipun dikerjakan secara manual atau dengan kelihaian tangan, hasil yang didapatkan tak kalah eloknya bila dibandingkan dengan hasil kerajinan menggunakan alat modern. Karena sudah menjadi desa wisata, tiap hari selalu ada wisatawan yang berkunjung malah tak sedikit pula yang berminat dan mencari informasi yang ada di dalam obyek wisata kali ini.

Selain anda bisa melihat secara langsung bagaimana cara proses pembuatannya, pengunjungnya juga bisa membeli aneka jenis kerajinan yang terbuat dari perak tersebut di artshop milik para seniman. Dari artshop-artshop tersebut yang memajang dan menjual barang-barang hasil kerajinan perak beraneka ragam, mulai dari perhiasan, peralatan dapur, aksesoris, hingga pajangan.

Khusus untuk kerajinan perak yang berupa pajangan ini sangat menggoda untuk dimiliki hlo Sob, diantaranya adalah keris, kipas, miniatur delman, becak, motor, mobil, perahu, dan lain sebagainya. Pada umumnya barang kerajinan tersebut dipajang di dalam rak-rak kaca ( etalase ) dan diberi label harga yang tertulis dikertas.

Walaupun ada label harganaya, setiap calon pembeli diperkenankan untuk menawar dan tak jarang pula bisa mendapatkan harga separuh dari harga yang tertera. Oh iya Guys, label harga tersebut ditulis dengan satuan dollar. Hal ini ditujukan untuk memudahkan patokan harga barang bagi wisatawan asing.

Di setiap artshop, barang-barang disusun dan dipisahkan berdasarkan jenisnya seperti contoh kerajinan perhiasan, perlengkapan dapur, hiasan atau pajangan. Untuk harga yang ditawarkan tentunya bervariasi tergantung dari jenis, model, dan besar kecilnya barang tersebut. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 30.000 hingga Rp. 10 juta itupun kerajinan berupa hiasan maupun pajangan yang bentuknya besar.

Ditanya soal kualitas ? kerajinan yang dihasilkan oleh warga Desa Celuk tak diragukan lagi, karena sudah terbukti bisa menembus pasar internasional.  Desa Wisata Celuk berada di kawasan Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Lokasinyapun terbilang strategis yakni terletak di jalur wisata Batubulan - Sukawati - Ubud - Kintamani.

Oke Guys, selamat berwisata & enjoy !!!


Yuk trusuri lagi obyek wisata Gianyar lainnya di bawah ini :

Desa Kendran Gianyar – Desa Wisata Bali



Desa Kendran Gianyar – Desa Wisata Bali


Bukan hal baru lagi bahwa Pulau Bali menjadi daerah wisata yang diburu banyak kalangan pelancong dari berbagai daerah maupun mancanegara. Banyak sekari pariwisata yang dimiliki, mulai dari wisata alam, wisata kuliner, wisata seni dan budaya, serta masih banyak lainnya yang pastinya tak cukup waktu singkat untuk membahasnya.

Sebagai salah satu contoh tempat wisata yang banyak dikunjungi ialah Desa Wisata Kendran yang lokasinya berada di kawasa Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Daya tarik yang dimilikinya tak lain adalah benda peninggalan bersejarah berupa keranda batu ( peti mayat berbahan batu ‘Sarkofukus’ ).

Selain itu juga, desain bangunan rumah di Desa Kendran masih berbentuk rumah tradisional khas Bali. Sementara tembok dinding pembatas rumah terbuat dari tanah yang tak kalah kuat dan kokoh seperti dinding tembok pada umumnya. Pembaca taka akan kecewa saat berwisata di desa ini, karena paronama alam pedesaan masih begitu original.

Segarnya udara yang semilir dan keindahan pesona pemandangan sawah terasering masih bisa anda lihat hlo. Sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke Desa Wisata Kendran untuk menikmati segala keindahan dan keunikan yang dimilikinya. Sungguh pemandangan yang layak di sebut dengan surga dunia.

Pariwisata di Bali bisa anda jadikan sebagai target utama disaat mengisi hari liburan, tentunya masih banyak wisata lainnya yang tak kalah serunya untuk dieksplor disini. Nah jika pembaca berencana berwisata di Desa Wisata Kendran, selama perjalanan sebelum sampai ke lokasi sejauh mata memandang akan di hibur dengan pemandangan alam yang mempesna.

Dari pusat Kota Denpasar berjarak sekitar 31 km atau setara dengan waktu perjalanan selama 45 menit sampai 1 jam.

Yuk gali informasi lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar lainnya di bawah ini :

Lembu Putih Gianyar – Wisata Langka





Lembu Putih Gianyar – Wisata Langka


Di Pulau Bali ada wisata yang bisa dibilang langka, seperti kebanyakanan pembaca tahu kata lembu adalah nama lain dari kerbau. Namun kerbau yang berada di Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar tak seperti biasanya yang cenderung berwarna gelap. Kerbau disini memiliki warna kulit putih yang mana banyak menarik wisatawan untukk melihatnya.

Keseruanya akan semakin bertambah tatkala anda berada dikasawannya, siap-siaplah untuk enggan beranjak dengan suasana yang sangat sejuk khas pegunungan. Oh iya, lembu putih tersebut dipercaya memiliki daya magis yang mana dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu lembu putih atau "Lembu Nandini" ialah kendaraan dari "Dewa Siwa".

Hewan ini sangat di sucikan, sehingga warga sekitar tidak ada yang berani mengganggu ataupun memperlakukan seperti hewan pada umumnya. Dalam proses menyembuhkan penyakit medis atau non medis menggunakan cara yang cukup unik hlo Guys. Mereka biasanya mengambil kotoran, air mani ataupun susunya guna cara pengoobatan.

Hal tersebut mengundang rasa penaasaran para ahli dari berbagai daerah ( domestik maupun mancanegara ) untuk meneliti kashiat dari kotoran Lembu Putih. Adapun keistimewaan selain dari warna kulitnya, bahkan warna mata dari Lembu ini juga serasi dengan warna kulitnya yakni berwarna putih.

Guys, masyarakat Desa Taro sangat meyakini kesucian hewan ini dan mereka tak berani memelihara secara pribadi apalagi membunuh hewan suci tersebut. Andai kata, ada lembu putih yang lahir dari peliharaannya dan setelah berumur 6 bulan hewan tersebut diserahkan kepada Desa untuk merawat.

Dalam inti pembahasan ini, para penduduk di Desa Taro Kaja  memperlakukan hewan itu dengan sangat istimewa, demikian pula dengan keturunan dengan berwarna lain. Selain disucikan, lembu putih juga digunakankan sebagai sarana pelengkap ( saksi ) upacara Ngasti. Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan dituntun mengelilingi areal atau tempat upacara sebanyak tiga kali.

Dengan keunikan yang sangat langka, membuat masyarakat Taro Kaja menjadikannya sebagai salah satu daya tarik wisata di Bali yang dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lembu putih. Kawasan wisata Lembu Putih sudah ditata sedemikian rupa, sehingga sangat cocok digunakan sebagai tempat edukasi wisata keluarga terutama bagi anak-anak untuk mengenal lebih jauh hayati yang ada.

Alamat :

Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Yuk baca lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah menarik, langsung saja klik judul dibawah ini :

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering



Tuesday, 27 December 2016

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering

Satu lagi nih Sob pariwisata di Pulau Bali yang menawarkan keindahan alam yang layak untuk kita kunjungi. Sebagai alasan mengapa pariwisata alam sangat diminati oleh para wisatawan tak lain karena sangat mengasyikkan dan memberi kesan yang lebih. Kabupaten Gianyar memiliki potensi keindahan alam yang kini lagi ngehits.
Ceking Paronama atau bisa juga di sebut dengan nama Ceking Terrace merupakan tempat wisata yang menyajikan keindahan area persawahan yang berundak-undak ( sistim pertanian terasering  ) pada daerah miring di lereng bukit. Sebab dinamakan sedemikian rupa karena lokasinya berada di Desa Ceking, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Jadi singkat pemahaman tentang sebutan Ceking adalah nama dari letaknya atau keberadaan obyek wisata tersebut. Sugguh luar biasa indahnya yang diciptakan sistim terasering ini menjadikan Desa Ceking memiliki keunikan tersendiri. Daya tariknya semakin memikat ditambah dengan udara dikawasannya yang sejuk, membuat siapa saja akan betah berlama-lama menikmati suasana alamnya.

Maka dari alasan inilah Ceking Terrace menjadi salah satu objek wisata alam di Bali yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Sistim pertanian terasering diperkirakan sudah ada sejak abad ke-9 dan hingga saat ini masih tetap dipertahankan serta dijaga keasrinya oleh para petani setempat.

Guys, disini anda juga bisa menikmati berbagai wisata kuliner hlo yakni di cafe, rumah makan maupun restaurant, sambil menimati hidangan yang dipesan tentunya akan menyenangkan dengan didominasi dengan keindahan ekspetakuler alam persawahan terasering. Selain itu juga banyak terdapat art shop yang menjual berbagai cindra mata untuk oleh - olah.
Jangan lewatkan juga obyek wisata seru lainnya di Kabupaten Gianyar ya Guys, yuk lihat dibawah ini :

Bukit Jati Gianyar - Ngetrip Terus



Goa Gurba Gianyar – Wisata Bali Seru


Wisata di Pulau Bali sangat diminati banyak orang, memang sudah dari dulu daerah ini sangat di idam-idamkan sebagai tempat favorit berlibur. Selain terkenal dengan bangunan candi dan pura, Bali juga memiliki obyek wisata goa. Goa Gurba yang berada di Kabupaten Gianyar ini merupakan salah satu dari situs peninggalan purbakala yang mempunyai nilai berharga.
Pembangunan Goa Gurba  dilakukan sekitar abad ke-12 Masehi yakni pada masa pemerintahan Raja Jayapangus dan lokasinya tepat berada di bawah Pura Agung Pengukur-ukuran. Goa ini merupakan sebuah ceruk pertapaan yang dipahat pada tebing jurang Sungai Pakerisan. Konon yang menggunakan Goa Gurba untuk tempat meditasi pertapaan adalah Patih Kebo Iwa.

Suasana dikawasaan obyek wisata Goa Gurba sangat damai dengan penuh ketenangan, alamnya juga  masih asri hlo, jadi bagi anda yang bermaksut ingin menenangkan diri dan pikiran, berlibur ketempat ini menjadi pilihan yang sangat cocok. Untuk bisa sampai kelokasi Goa Gurba yang tak lain ialah cagar budaya, kalian harus turun melewati gapura dan kemudian menuruni tangga batu.

Dari tangga ini anda sudah bisa mendapati keunikan yakni berupa telapak kaki, usut punya usut telapak kaki tersebut milik dari Patih Kebo Iwa. Diatas Goa Gurba ada beberapa buah kolam dan pancuran yang tepat sisi kolam tersebut ada sebuah lobang untuk menuju ke goa. Lobang inilah yang biasanya digunakan oleh para wisatawan untuk masuk ke dalam Goa Gurba.

Kebersihan Goa Garba selalu terjaga dengan tatanan yang selalu rapi, hal ini dikarenakan ada petugas kebersihan yang selalu merawat keberadannya. Bentuk dari pada Ceruk pertapaan ini bisa dibilang sangat unik dan indah, tentunya sangat disayangkan jika pembaca berada di Kabupaten Gianyar tidak mengunjunginya.

Lokasi Goa Gurba berada di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Yuk Sob, baca obyek wisata menarik lainnya yang berada di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini :

Puri Agung Gianyar – Info Wisata Bali



Pura Gunung Kawi Sebatu – Wisata Menyenangkan di Bali


Keindahan alam di Pulau Balisangat mempesona, pembaca pasti enggan untuk cepat-cepat pulang ketika sedang melakukan aktivitas liburan disini. Anda sekarang berada di Kabupaten Gianyar atau baru akan merencakan liburan didaerah ini ? Ada satu obyek wisata yang menarik untuk dikunjungii yakni Pura Gunung Kawi Sebatu.

Obyek wisata ini menawarkan akan keindahan sebuah pura Hindu berciri khas bangunan Bali. Dari banyaknya info yang dikumpulkan belum diketakui secara pasti kapan dibangunnya Pura Gunung Kawi Sebatu ini. Tetapi menurut sejarahnya bahwa Pura Gunung Kawi Sebatu didirikan untuk tempat pemujaan Dewa Wisnu atas perintah Rishi Markandeya.

Orang yang disebut Rishi Markandeya adalah seorang guru ( Maharishi ) yang menyebarkan agama Hindu dari Pulau Jawa. Dari petunjuk inilah bahwa pembangunan Pura Gunung Kawi Sebatu dapat diperkirakan antara 1300AD - 1500AD. Maharishi Markandeya ialah orang dari Kerajaan Majapahit yang dulunya memberi pengaruh di Nusantara dan tak luput dengan kerajaan Bali juga.

Di dalam kawasan Pura Gunung Kawi Sebatu memiliki sebuah pemandian umum yang mana kolam beserta pancuran di bagian kanan kompleks pura. Kolam pemandian ini bisa dikatakan cukup luas dengan kondisi air yang sangat jernih dan menyegarkan. Selain itu suasana disini sangat nyaman yang berada jauh dari keramaian kota.

Jadi sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi sekaligus merefresh dari kesibukan sehari-hari, apalagi bersama keluarga pastinya sangat menyenangkan sekali. Oh iya Guys, terdapat pula sebuah kolam besar di halaman pura dimana kolam ini berisi ikan koi berbagai jenis dan ukuran. Perlu diperhatikan ya, siapau dilarang untuk menangkap ikan di kolam ini karena dikeramatkan.

Ditengah halaman diluar pura utama terdapat sebuah aula terbuka, tempat ini adalah tempat untuk rapat oleh penduduk Desa Sebatu. Fungsi lainnya bisa digunakan untuk tempat istirahat bagi pengunjung sembari menikmati segala keindahan maupun suasana yang tersaji didalamnya.

Alamat Pura Gunung Kawi Sebatuberada di Jl. Raya Biyad, Tegallalang, Desa Sebatu, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Di bawah ini adalah obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang tak kalah menariknya, yuk baca !!!

Pura Gaduh – Wisata Tenang & Jauh Dari Keramaian Kota



Monday, 26 December 2016

Pura Gaduh – Wisata Tenang & Jauh Dari Keramaian Kota


Hay Travelers, apakah anda sedang mencari obyek wisata di Pulau Bali yang menyenangkan sekaligus bisa merefresh diri dari kejenuhan hiruk piruk keramaian kota ? memang ya Guys, terkadang kita merasa bosan dengan suasana kota yang identik dengan kesibukan, walaupun nyatanya banyak fasilitas yang sangat lengkap.

Khus bagi pembaca yang ingin mendapatkan pengalaman liburan lain dari pada yang lain tak ada salahnya jika mengunjungi Pura Gaduh. Katanya jauh dari keramaian kota ? Tak seperti namanya, Pura Gaduh berlokasi di daerah yang tenang dan hening walaupun nyatanya keberadaannya tepat di sisi jalan utama.

Pura ini merupakan tempat ibadat umat Hindu yang bisa dibilang kuno, karena Pura Gaduh adalah bangunan warisan dari nenek moyang dan hingga detik ini masih dirawat dan masih dilestarikan keberadaannya oleh masyarakat sekitar. Pura Gaduh merupakan bagian dari Pura Kahyangan Jagat dan juga bagian dari salah satu kompleks pura yang ada di lingkungan tersebut.
Bangunan pura yang ada didalam kawasan kopleks ini diantaranya Pura Gedong Puseh, Pura Kuru Baya serta Pura Batur Sari. Letak dari pada Pura Gaduh berada tepat di halaman barat Pura Puseh dan sebelah timur Pura Kuru Bayu. Nah jika pembaca menanyakan tentang keunikan Pura Gaduh, yakni terletak pada keberadaan sebuah arca yang cukup menyeramkan.

Arca menyeramkan ini bernama “Kepal Kebo Iwa” dengan spectifikasi mata melotot, kuping lebar, rambut gimbal dan juga gigi taringnya yang menyembul keluar seperti halnya siluman buto ijo. Sebagian besar masyarakat setempat percaya bahawa perwujudan dari wajah Kebo Iwa tersebut memiliki nilai filosofi yakni perbuatan baik dan buruk berasal dari kepala.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, belum dapat membuktikan secara pasti tentang kapan dibangunnya Pura Gaduh ini. Usut punya usut dari berbagai sumber menyebutkan, kalau Pura Gaduh merupakan tempat suci peninggalan Raja Patih Sri Jayakatong yang memerintah sejak Tahun Saka 1214 hingga 1302 Masehi.

Setelah itu pemerintahannya diteruskan oleh Raja-Raja  Bali lainnya, diantaranya adalah sebagai berikut Raja Sri Jayasunu - Raja Sri Masula-Masuli - Raja Sri Antasura Ratna Bumi Banten dan keturunan Sri Karang Buncing yang ada saat ini.

Alamat Pura Gaduh berada di Jalan Kebo Iwa, Desa Blahbatu, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Guys, dibawah ini ada sederet obyek wisata di Kabupaten Giayar yang mungkin bisa anda jadikan agenda wisata berikutnya :

Pura Samuan Tiga Gianyar ( Pura Penataran ) - Wisata Sejarah



Dusun Bona Desa Belega – Wisata Seru !!!


Wisata Bali tak pernah membosankan, disetiap sudut daerahnya selalu ada obyek wisata yang seru untuk di kunjungi. Seperti tempat wisata Dusun Bona Desa Belega di kabupaten gianyar ini memiliki keunikan tersendiri. Tak sekit para wisatawan berbondong-bondong untuk mengunjunginya mulai dari wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara hlo Guys.

Dilihat dari sejarah pada awal abad ke-17 yang saat itu adalah masa pemerintahan Dalem Ketut yang memiliki beberapa patih terkenal dimana salah satunya adalah Ki Kebo Iwa yang memrintah di daerah Blahbatuh, Gianyar. Dimasa kepemimpinan Ki Kebo Iwa, daerah Blahbatuh dikenal oleh masyarakat luas dengan kesaktian dan kekebalan Ki Kebo Iwa yang mandara guna serta sulit dikalahkan.

Kata Blahbatuh berasal dari dua suku kata yang tak lain adalah “Blah” dan “batu” yang masing-masingnya memiliki arti rakyat dan batu atau kuat. Dari rangkaian 2 suku kata inilah kemudian kata Blahbatuh dimuroti ( diartikan / maknai ) dengan penegrtian suatu rakyat yang mempunyai pemimin yang sangat tangguh, kuat dan sakti  bernama patih Ki Kebo Iwa.

Jangan beranjak dulu sob karena belum membahas persoalan yang menjadi judul diatas, untuk Desa Belega pada saat itu kawasan wilayahnya masih dikuasai oleh kepemimpinan daerah Blahbatuh. Kata Belega juga memiliki arti tersendiri dan terdiri dari 2 suku kata hlo, yakni Bala dan Aga yang berarti rakyat dan asli.

Masyarakat Desa Belega ini masih menunjukkan ciri khas keaslian penduduknya bahwa yang merupakan penduduk asli Blahbatuh. Sebagian besar mata pencaharian warganya sebagai pengrajin beraneka jenis peralatan yang terberbahan baku bambu, kerajinan yang dibuatnya mulai dari kursi, meja, tempat tidur, dan lain-lain yang bertaraf ekspor ke luar negeri.

Sementara kerajinan yang dibuat oleh masyarakat Dusun Bona pada umumnya membuat macam-macam kerajinan berbahan dasar daun lontar. Meskipun begitu hasil kerajinannya tak kalah menarik yang diantaranya adalah  tas, topi, kipas, sandal keranjang, pohon natal, dan barang-barang lainnya yang sangat menggoda bagi siapapun wisatawan yang melihatnya.

Keseruanmu akan menjadi ketika berwisata di Dusun Bonatak lain ialah masyarakat Dusun Bona ini juga sanagat terkenal dengan pertunjukan Tari Kecak dengan menceritakan cerita Ramayana. Tak jarang juga pada saat pertunjukkan Tari Kecak, diiringi dengan pertunjukan Tari Sanghyang Dedari yang ditarikan oleh dua orang gadis yang dirasuki roh ( tak sadarkan diri ).

Pengalaman berlibur semakin berkesan, kareta seusai pertunjukan Tari Sanghyang Dedari selesai berlanjut dengan pertunjukan Tari Sanghyang Jaran yang mana dilakukan oleh seorang laki-laki yang menari serta membawa bara api di tangan dengan telanjang kaki.

Seru bukan Guys ? tentunya sebelum berkunjung telebih dahulu harus mengetahui lokasinya ya dan obyek wisata nan eksotis penuh dengan keseruan ini berada di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

NB : Bona adalah suatu dusun yang daerahnya masih berada di kawasan Desa Belega.

Yuk Guys baca juga obyek wisata nan seru Kabupaten Gianyar seru lainnya di bawah ini :

Relief Bitera Gianyar - Bali

Relife Yeh Pulu Gianyar

Puri Agung Gianyar – Info Wisata Bali



Sunday, 25 December 2016

Candi Tebing Tinggallinggah Gianyar


Sob !!! di Pulau Bali tak hanya ada pura yang unik-unik hlo, nah jika anda liburan di Kabupaten Gianyar ada suatu obyek wisata yang sangat di sayangkan jika tak mengunjunginya. Sudahkah anda mengunjungi Candi Tebing Tinggallinggah ? Yak candi memang persis dengan namanya yang mana keberadaannya di tebing sebuah sungai.

Sangat unik tentunya, pastinya bagi anda yang memiliki jiwa penasaran tak akan menyia-nyiakan kesempatan jika berlibur ke Bali bukan ? Candi Tebing Tinggallinggah merupakan situs purbakala yang baru beberapa tahun lalu ditemukan yang tak lain adalah seorang ahli purbakala berkebangsaan Belanda ( Krijsman ).

Situs bersejarah ini kaya akan nilai historis dan filosofis yang tepatnya terletak di sebuah tebing Sungai Pakerisan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Krijsman menemukan bangunan ini tatkala Ia melakukan sebuah penyelidikan terhadap sebua bangunan kecil yang saat itu hanya dianggap bangunan gapura pada umumnya oleh warga setempat.

Pembaca penasaran ? Nah, jika ingin melihatnya secara langsung terlebih dahulu anda harus menuruni tangga sebelum akhirnya sampai ke lokasi Candi Tebing Tinggallinggah. Selama perjalanan anda akan dihibur dengan pemandangan alam nan menawan berupa hamparan sawah terasering khas Bali.

Semilir angin pesawahan membuat siapa saja akan merasakan suasana pedesaan yang begitu asri dan memberi ketenangan tersendiri, hal ini tentunya cocok bagi anda yang ingin merefrsh diri dari hiruk piruk keremaian kota. Hijaunya hamparan persawahan yang luas begitu menajubkan tak luput untuk dijadikan spot berselfie para pengunjungnya.

So jangan sampai lupa bawa alat foto ya Guys, oh iya Candi Tebing Tinggallinggah memiliki 2 seni pahat yang dipisahkan oleh tebing yang berseberangan. Ke-2 seni pahat tersebut dipisahkan oleh aliran sungai Pakerisan yang mana di tiap masing-masing dinding terdapat bentuk candi dan juga sejumlah cerukan yang berbeda.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, bahwa sebelumnya warga desa setempat hanya menganggapnya sebagai sebuah bangunan gapura masuk. Anggapan itu kemudian berbalik 100% setelah dilakukan penggalian sehingga di temukan sebuah tangga menuju keatas. Tak Cuma itu saja hlo Guys, di sebelah kanan bangunan tersebut juga didapati gapura yang lebih besar dengan kondisi sebagian telah runtuh.

Dan kerennya lagi pada bagian belakang gapura itu ada sebuah halaman yang dindingnya terpahat  dua buah candi. Sementara pada dinding sebelah kiri gapura terdapat bangunan biara yang pembangunanya belum rampung, kemungkinan besar dari hasil penelitial hal tersebut ditinggalkan disebabkan oleh adanya bencana alam berupa gempa bumi.

Hasil penelusuran dapat disebutkan sudah ditemukan sebanyak 7 cerukan dan juga 3 lingga yang berlambangkan “Trimurti” atau Dewa Utama ( Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa ). Jika diamati dengan teliti, dulunya cerukan tersebut merupakan tempat untuk semedi / bertapa.

Alamat lengkap Candi Tebing Tinggallinggah berada di Dusun Tegallinggah, Kecamatan Bedulu, Kabupaten Gainyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Dibawah ini ada obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang mungin bisa anda jadikan agenda wisata selanjutnya, yuk baca tentunya tempat wisata ini tak kalah serunya hlo Guys !!!

Museum Purbakala Gianyar ( Museum Gedong Arca )